Karena Allah Tahu Kamu Pantas Menerima Yang Lebih Baik

Posted on

Merasa sedih saat ditinggal pergi oleh cinta yang kita yakini baik adalah sebuah rasa yang wajar, karena itu bukti bahwa tanpa kebaikan atau restu dari-Nya cintamu bukan apa-apa.

Tetapi meski demikian kita harus mampu menelaah apa yang terjadi dengan bijak. Jangan mengeluh, jangan terlalu menyesali dia yang telah pergi, karena Allah tahu kita pantas menerima yang lebih baik dari dirinya. Betulkah? Baca terus ya.. 🙂

Belajarlah Tegar Meski Sakit, Apapun Yang Menjadi Takdir-Nya Pasti Akan Selalu Membawa Kebaikan

Terkadang, kesulitan harus kita rasakan terlebih dulu sebelum kebahagian yang sempurna datang kepada Kita. Tetap kuat walau sudah tak sanggup lagi menahan rasa sakit. Karena tak ada satupun kisah yang dirangkai oleh Allah untuk hambanya yang tidak membuat seorang hamba itu berada dalam kebaikan-Nya.

Ini Semua Terjadi Agar Kau Tahu Bahwa Ketetapan-Nya Jauh Akan Membuatmu Lebih Baik

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).

Segala sesuatu yang terjadi pada seorang muslim dan hal tersebut tidak sesuai dari apa yang diharapkannya adalah salah satu bentuk kasih sayang-Nya. Ujian itu hadir dengan tujuan menuntut mereka menuju kesempurnaan diri dan kesempurnaan kenikmatan-Nya. Jangan buru-buru mencela musibah yang Allah berikan, yakinlah ketetapan Allah adalah yang terbaik. Allah juga berfirman:

“Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisa’: 19).

Karena Allah Tidak Akan Pernah Memisahkanmu Dari Dirinya Bila Ia Memang Yang Terbaik Untukmu

bila ia pergi darimu, entah dengan cara yang baik ataupun tidak, maka pahamilah  semuanya pasti mengandung kebaikan yang luar biasa.

Tugasmu Adalah Kembali Perbaiki Diri, Dan Kembalilah Pada Cintanya Allah.

Jalanilah kesendirianmu dengan senantiasa memperbaiki diri, perbaiki akhlak, termasuk sikap dan perilaku yang menempel pada dirimu, dan Kembalilah pada cinta Allah agar nantinya kau mendapat cinta yang hakiki dari Tuhanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *