Inilah Istri Rasulullah yang Berkepribadian Cerdas, Cantik dan Pemberani

Posted on

Namanya Hindun binti Abi Umayyah (Hudzaifah), Ummu Salamah Al-Qurasyiyah Al-Makhzuumiyah radhiyallahu ‘anha. Wafat tahun 62 hijriyah, dan ada yang mengatakan 61 hijriyah.

Ummu Salamah merupakan istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang ke enam. Kepribadian Ummu Salamah radhiallahu ‘anha di antaranya adalah mempunyai berkepribadian yang cerdas, bijaksana, cantik, wanita pemberani.

Ummu Salamah dikenal sebagai perempuan yang ahli dalam Hadits yang meriwayatkan perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di samping Aisyah binti Abu Bakar radhiallahu ‘anha.

Ummu Salamah berasal dari Bani Makhzum. Orang-orang Quraisy memanggilnya dengan Zad ar-Rakib atau Zoodur Rakbi yang mempunyai arti “Bekal Rombongan Musafir” karena kebaikan saat lewat kepada kabilah.

Diantara Keistimewaan Ummu Salamah :

  • Beliau adalah Istri Rasulullah

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidak seorang hamba pun ditimpa musibah lalu megucapkan …

“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali, Ya Allah .. berikanlah aku pahala dalam musibahku, dan berikanlah aku gantinya yang lebih baik”.

Kecuali Allah akan memberinya pahala atas musibahnya dan menggantikan untuknya yang lebih baik.
Ummu Salamah berkata, Maka ketika Abu Salamah wafat, aku membaca do’a yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Allah memberiku yang lebih baik darinya yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. [Sahihh Muslim]

Dalam riwayat lain Ummu Salamah berkata, Maka ketika Abu Salamah wafat aku berkata “Muslim manakah yang lebih baik dari Abu Salamah, rumahnya adalah rumah yang pertama kali disinggahi Rasulullah ketika hijrah”. Kemudian aku membaca do’a tersebut, maka Allah menggantikan untukku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ummu Salamah berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kepadaku Hathib bin Abi Balta’ah melamarku untuknya, maka aku berkata, Sesungguhnya aku memiliki seorang putri, dan aku sangat pecemburu.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membalas, “Adapun putrinya maka kita berdo’a kepada Allah semoga mencukupinya darinya, dan aku berdo’a kepada Allah agar menghilangkan rasa cemburunya”. [Sahih Muslim]

  • Ummu Salamah Memiliki Kecantikan Berkali Lipat

Kabar kecantikan Ummu Salamah radhiallahu ‘anha sempat membawa kecemburuan kepada Aisyah radhiallahu ‘anha. Kala itu Aisyah radhiallahu ‘anha sangat bersedih sebab dia mesti menahan diri untuk dapat melihat kecantikan Ummu Salamah.

Tatkala tiba kesempatan tersebut, Aisyah melihat kecantikan Ummu Salamah berkali-kali dibandingkan dengan berita yang sampai kepadanya.

Dan Aisyah radhiallahu ‘anha langsung mengabarkan kejadia tersebut kepada istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lainnya yakni Hafsah binti Umar bin Khattab radhiallahu ‘anha.

Kemudian Hafsah radhiallahu ‘anha pun menjawab, “Tidak, Demi Allah”, “Itu tidak lain hanya kecemburuanmu semata”

  • Rasulullah Menawarkan Untuknya Tambahan Waktu Bersama

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha; Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahinya, beliau berkata kepadanya,
“Jika engkau mau aku akan tinggal bersamamu tujuh hari dan bersama istriku yang lain tujuh hari, dan jika aku tinggal bersamamu tujuh hari maka aku juga akan tinggal bersama istriku yang lain tujuh hari”. [Sahih Muslim]

Kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika menikahi perawan beliau tinggal bersamanya di malam pertama tujuh hari, dan untuk janda tiga hari. Namun pada saat menikahi Ummu Salamah, beliau menawarkan kepadanya untuk memilih tujuh hari atau tiga hari.

Tentunya ini bukan hanya karena kecantikan beliau saja, tapi lebih kepada kepribadian beliau yang sangat luar biasa sehingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam betah berada didekatnya.

  • Ahlu Bait (Keluarga) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ‘anhuma berkata: Ketika ayat ini turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah Ummu Salamah.

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [Al-Ahzaab:33]

Beliau memanggil Fathimah, Hasan, dan Husain kemudian menutupi mereka dengan kain, lalu berdo’a:

“Ya Allah, mereka ini adalah keluargaku (ahlu bait), maka jauhkanlah dari mereka dosa dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya”

Maka Ummu Salamah bertanya: Apakah saya bersama mereka, wahai Rasulallah? Beliau menjawab:

“Engkau pada tempatmu, dan engkau di atas kebaikan”. [Sunan At-Tirmidziy: Sahih]

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menutupi Al-Hasan, Al-Husain, dan Fathimah dengan kain, kemudian berdo’a:

“Ya Allah, mereka ini adalah keluargaku (ahlu bait) dan orang terdekatku, jauhkanlah dari mereka dosa dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya”
Maka Ummu Salamah bertanya: Apakah saya bersama mereka, wahai Rasulallah?
Beliau menjawab:

“Sesungguhnya engkau menuju pada kebaikan”. [Sunan At-Tirmidziy: Sahih]

Dalam riwayat lain; Ummu Salamah bertanya: Wahai Rasulallah, bukankah aku juga keluargamu?
Beliau menjawab:

“Tentu, maka masuklah engkau ke dalam kain”

Ummu Salamah berkata: Maka aku masuk ke dalam kain setelah beliau selesai berdo’a untuk anak pamannya yaitu Ali, dan kedua anaknya, dan Fathimah putrinya. [Musnad Ahmad: Di-shahih-kan oleh syekh Musthafa Al-‘Adawiy dalam kitabnya Shahih Fadhail Ash-Shahabah]

  • Memiliki Akal yang Cerdas

Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai menulis perjanjian Hudaibiyah, beliau bersabda kepada para sahabatnya:

“Bangkitlah kalian semua, dan sembelihlah hewan kurban kalian, kemudian bercukurlah”
Namun tidak seorangpun dari mereka yang bangkit, sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya tiga kali.
Ketika tidak ada seorang pun dari mereka yang bangkit, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemui Ummi Salamah dan menceritakan apa yang dilakukan sahabatnya.
Maka Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata:

Wahai Nabi Allah, apakah engkau menyukai hal tersebut? Keluarlah, kemudian jangan berbicara kepada seorang pun dari mereka, sampai engkau menyembelih hewan kurbanmu, dan memanggil tukang cukurmu kemudian mencukur rambutmu.
Beliau pun keluar dan tidak berbicara kepada seorangpun dari mereka, sampai melakukan arahan Ummi Salamah, beliau menyembelih hewan kurbannya, dan memanggil tukang cukurnya, kemudian mencukur rambut beliau.
Maka ketika para sahabat melihat hal tersebut, mereka pun bangkit kemudian menyembelih hewan kurban merekan, dan saling cukur satu sama lain, sampai ada yang hampir saling membunuh (tanpa sengaja) karena rasa kecewa (tidak bisa menunaikan umrah). [Sahih Bukhari]

Berita Wafatnya Ummu Salamah

Selama hidup Ummu Salamah radhiallahu ‘anha telah telah melalui rentenan panjang kehidupan sembari menebarkan banyak faedah. Masa-masa kekhalifahan telah ia saksikan. Mulai dari kekhalifahan Abu Bakar Ash Shiddiq hingga pemerintahan Yazid bin Mu’awiyyah.

Dan pada masa Yazid lah terjadi pembunuhan cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu. Dan tak lama setelah kematian Hasan radhiallahu ‘anhu, Ummu Salamah radhiallahu ‘anha kembali menghadap Allah subhanahu wata’ala. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-61 H.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *