Jangan Jadi Istri Mandiri

Posted on

Jangan Jadi Istri Mandiri


Tentu bertanya-tanya, maksud judul artikel ini apa ya, kok malah tidak membolehkan seorang istri menjadi mandiri? Bukannya seorang istri harus belajar mandiri? Yuk baca sampai habis agar tidak salah paham.

Jadi begini, ada kalanya suami merasa tidak dibutuhkan ketika istrinya terlampau mandiri. Punya penghasilan, semua pekerjaan rumah bisa… bahkan mengangkat galon pun bisa. Istri perlu tarik ulur agar suami merasa dirinya penting bagi sang istri.

Kalau istri terus ngeyel mau bergaya semua serba bisa, jangan kaget kalau suami mencari ‘mainan baru’ di luar sana yang lebih memerlukan dirinya dan menjaga harga dirinya sebagai laki-laki.

Cobalah minta pertolongan suami dan memperlihatkan bahwa Anda memerlukannya, jangan terus-terusan terlihat super power sebagai wanita mandiri yang serba bisa.

Satu lagi ciri khas istri mandiri adalah nada suaranya yang tegas, hampir-hampir seperti menyuruh.

“Mas di mana? Cepat pulang! ”

Padahal itu pada suami sendiri lho, surga dan nerakanya istri… mustinya istri tak memakai nada suara tegas seperti itu ketika bicara dengan suami. Cobalah sedikit merajuk manja.

“Mas di mana siiih? Aku kangen nih… pulang dong! ”

Meskipun terasa ‘bukan saya banget’, tapi istri perlu belajar manja seperti itu pada suami. Jelas bahwa laki-laki merasa senang jika ia diperlukan, dan seorang istri mandiri yang tak pernah mau merajuk pada suami bisa membuat suami merasa tak dihargai.

Cobalah belajar bersikap manja, jelas pahalanya jika dilakukan pada suami sendiri. Semoga bermanfaat dan dapat dipraktikkan.

Sumber: ummi-online.com


sumber: islamidia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *